Jumat, 22 November 2013

Teori, Ciri-ciri dan Unsur organisasi

Teori Organisasi

Sebuah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut.

Menurut Lubis dah Husein (1987) bahwa teori organisasi itu adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicarakan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, terdapat masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku, beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu :

Teori Organisasi Klasik (Classical Theory)
Teori ini kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan (abad 19) yang mendefinisikan, organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.

Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
a.  Teori birokrasi
     dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
b.  Teori administrasi
     dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol  dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
c.  Manajemen ilmiah
     dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.

TEORI ORGANISASI NEOKLASIK (The human relation movement)
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi. Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg. 
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut:
a. Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk
    berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.


TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai dengan lahirnya gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang menyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan  Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan  keunggulan-keunggulan  perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan  lingkungannya,  dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan.
Teori modern yang kadang-kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.
 
Dari beberapa pengertian organisasi, dapat disimpulkan bahwa organisasi harus memiliki 3 unsur dasar. Yaitu :
1. Orang-orang (sekumpulan orang)
2. Kerjasama
3. Tujuan yang akan dicapai

Ciri-ciri Organisasi

Seperti yang telah dikatakan diatas. Organisasi mempunyai 3unsur dasar. Dan secara lebih jelas lagi, ini adalah ciri-ciri dari organisasi :
a. Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal.
b. Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan
    (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan.
c. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga,
    dan lain-lain.
d. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan.
e. Adanya tujuan yang ingin dicapai. 

Unsur-unsur Organisasi

Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama 
Organisasi merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat berkerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat disini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadahi keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang 
Dalam melaksanakan organisasi, anggotanya paling sedikit adalah dua orang. Karena dalam prakteknya jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di akan lebih sempurna dengan kata lain proses kerjasama tersebut akan berjalan lebih baik dan cepat mencapai tujuannya.

Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing 
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang akan lebih jelas dan lebih tepat, jadi tiap orang tahu apa pekerjaan yang harus dilakukannya.

Adanya tujuan tertentu 
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Karena jika suatu perencanaan yang tidak baik dan organisasi yg baik, atau perencanaan yang baik dan organisasi yang tidak baik maka hasilnya tidak akan maksimal. Maka dari itu diperlukan seorang manajer, jika perencanaan baik dan organisasinya pun baik, maka pelaksanaan tugas akan lebih efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar