Selasa, 15 Juli 2014

Aku Menunggu Dia

Senja mulai datang.
Entah sejak kapan aku terus merenung memikirkan dia.
Dia yang menurutkku masih fana, tidak terlihat namun selalu terfikirkan olehku.

Aku selalu menunggu dia, sampai nanti dia benar-benar datang.
Dia itu cinta sejatiku, cinta yang dikirim tuhan untuk melengkapi sebagian dari diriku.
Cinta yang memang datang tanpa alasan. Cinta yang datang karena tuhan.
Aku fikir mencintai seseorang tidak perlu dengan alasan. Hmm.. dengan satu alasan saja "aku mencintaimu karena allah"

Mereka mendekatiku, mereka bilang aku cantik. Tidak, bukan aku ge'er ini hanya pendapat mereka yang 'katanya' ingin bersama denganku. Lalu? Aku bertanya, bagaimana kalau tiba-tiba wajahku berubah jelek, sangat jelek. Apakah kamu masih mau bersamaku? Lalu mereka terdiam, hanya diam. Aku hanya tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkannya, sambil berkata "Bagaimana bisa kamu ingin bersama orang yang kamu cintai dengan alasan seperti itu? Bagaimana kalau pasanganmu sudah tidak bisa memberi alasan agar kamu tetap disampingnya? Yakin padaku. Kamu pasti akan mencari lagi sosok seorang yang bisa memenuhi alasanmu untuk mencintainya"

Apakah itu dibilang cinta sejati? Tidak. Dan aku tidak menunggu dia yang mencintaiku karna alasan yang mereka punya, aku tidak menunggu dia yang mencintai kelebihanku.
Aku menunggu dia yang mencintaiku kekurangan dan kelebihanku.
Aku menunggu dia yang memang mencintaiku tanpa alasan, kecuali alasan "aku mencintaimu tulus karna allah" alasan yang memang benar-benar datang tulus dari hatinya.

Dan aku, aku masih menunggu DIA

Jumat, 04 Juli 2014

Ketika Aku Jatuh Cinta

Awal pertemuan kita memang biasa. Saling pandang, senyum lalu selesai.
Kupikir hanya sampai saat itu, ternyata tidak. Kita dipertemukan kembali, dijurusan yang sama dan dikelas yang sama. Artinya untuk beberapa tahun ke depan, setiap hariku aku akan bertemu dengamu.

Sampai suatu waktu, aku merasa aku jatuh cinta padamu. Jatuh cinta pada senyummu. Jatuh cinta ketika kau menyapaku saat berpapasan.

Aku sendiri bingung, kenapa harus sekarang aku jatuh cinta, kenapa aku jatuh cinta saat hatiku masih hancur?

Ketika, hariku berjalan dengan baik dan sempurna.
Tiba-tiba sahabatku datang padaku dan bercerita bahwa dia sedang jatuh cinta.
Jatuh cinta? Sama siapa? Awalnya aku bahagia, iyaa awalnya. Sebelum akhirnya dia cerita kalau dia jatuh cinta pada lelaki yang sama. Lelaki yang selama ini membuatku tersenyum malu, lelaki yang selama ini membuat jantungku berdegub kencang, lelaki yang selama ini selalu ada difikiranku.

Jadi, aku mencintai lelaki yang dicintai sahabatku?
Aku jatuh cinta dengan lelaki yang sama dengan sahabatku?
Kenapa harus terjadi? Kenapa harus dia lelaki itu? Kenapa bukan yang lain?
Terlalu banyak lelaki, apakah aku harus mencintai lelaki yang sama?

Haruskah aku mengalah? Atau aku bertahan tetap mencintai dia? Walalupun ku tau sahabatku juga mencintainya?

Mundur atau maju?

Kalau aku mundur, berarti aku membiarkan hatiku hancur kembali. Membiarkan perasaan ini menghancurkan hatiku, bahkan menghancurkan aku.
Aku belum siap untuk sakit kembali, aku ingin sesuatu yang indah yang aku rasakan.
Bukan untuk sesaat tapi untuk selamanya...

Kalau aku maju. Akan ada orang yang tersakiti. Dan aku yang menyakitinya. Aku menyakiti orang yang paling dekat denganku.

Ketika aku jatuh cinta...
Haruskah aku mencintai lelaki yang sama dengan sahabatku?

Siapkah aku untuk mengubur perasaanku? Siapkah aku melihat sahabatku bahagia dengan lelaki yang aku cintai?
Atau siapkah aku menyakiti orang paling dekat dengan aku? Siapkah aku kehilangan sahabatku hanya demi lelaki yang aku cintai?

Aku belum siap untuk semua hal yang akan terjadi nanti!