Minggu, 29 Maret 2015

Bahasa Indonesia 2

1. Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah

Macam-macam Karangan
Salah satu dasar penggolongan karangan dibuat oleh Jones (1960), yang membagi karangan menjadi karangan ilmiah dan karangan non-ilmiah.

Pengertian
Karangan Ilmiah adalah karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan dan penalaran ilmiah.
Karangan Non-Ilmiah adalah karangan yang ditulis tidak berdasarkan kenyataan dan penalaran ilmiah.

Bentuk karangan
Karangan Ilmiah :
  • Karya tulis
  • Skripsi
  • Esai
  • Tesis, dll

Karangan Non-Ilmiah :
  • Novel
  • Cerpen
  • Puisi


Sifat Karangan
Karangan Ilmiah

  • Bahasa yang digunakan baku
  • Terdapat struktur dalam membangun penulisan
  • Penggunaan gaya bahasa bersifat impersonal
  • Terdapat fakta dan sampel
  • Bersifat objektif dalam mengambil kesimpulan

Karangan Non-Ilmiah

  • Bahasa yang digunakan bebas tidak harus baku
  • Struktur penulisannya bebas dan tidak dibatasi
  • Tidak harus fakta namun dapat bersifat imajinatif
  • Dapat bersifat subjektif dalam kesimpulan

Ciri-ciri Karangan Ilmiah
  • Menyajikan fakta obyektif secara sistematis
  • Pernyataan cermat, tepat, tulus dan benar serta tidak memuat terkaan
  • Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi
  • Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural
  • Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta
  • Tidak emotif menonjolkan perasaan
  • Tidak bersifat argumentative, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta

Ciri-ciri Karangan Non-Ilmiah :

  • Penyajiannya lebih bersifat subyektif
  • Mengandunng usulan dengan efek dan kesimpulan yang diharapkan penulis
  • Bersifat persuasive, sesuai dengan keyakinan penulis yang mengajak pembaca untuk berubah pendapat
  • Pandangan yang dikemukakan penulis tidak di dukung fakta umum
  • Motivasinya lebih mementingkan diri sendiri, karena itu isinya bisa melebih-lebihkan sesuatu
  • Kesimpulan penulis lebih bersifat argumentative, sehingga kurang atau tidak membiarkan fakta berbicara sendiri

2.Metode Ilmiah

Pengertian
Kata ‘metode’ menunjuk pada teknik yang digunakan dalam penelitian seperti survey, wawancara dan observasi. Suatu penelitian yang baik senantiasa memperhatikan kesesuaian antara teknik yang digunakan dengan alur pemikiran umum serta gagasan teoritis.

Tujuan Penulisan Metode Ilmiah
Tujuannya adalah menyebarkan hasil penelitian ilmiah kepada pembaca yang ahli dibidang terkait. Tentu saja, pembaca tersebut menuntut laporan penelitian yang bersifat professional, edukatif, dan stimulatif. Penulisan ilmiah selalu menunjukkan sudut pandang yang baru atau yang memperluas pandangan lama. Oleh karena itu, pengumpulan dan penguraian data tanpa keterangan atau penjelasan tidak memenuhi kebutuhan karena bagian karya mandiri tidak terwujud.

Langkah – langkah Penulisan Ilmiah

  • Studi Kepustakaan
  • Perumusan ide/permasalahan, yang merupakan bagian dari Pengantar
  • Perumusan hipotesis
  • Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik

3. Penalaran dan Penyusunan dalam Sintesis Karangan Ilmiah

Definisi Menulis sebagai Proses Penalaran
Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas).

Penalaran Deduktif dan Induktif dalam Karya Ilmiah
Penalaran Deduktif :
Suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hokum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus.
Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Silogisme dan Entimen

Penalaran Induktif :
Suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum.
Dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Generalisasi, Analogi, dan Hubungan Kausal.

Fakta sebagai Unsur Dasar Penalaran Karangan
Agar dapat menalar dengan tepat, kita perlu memiliki pengetahuan tentang fakta yang berhubungan. Jumlah fakta tak terbatas, sifatnya pun beraneka ragam. Oleh sebab itu, sebagai unsur dasar dalam penalaran ilmiah, kita harus mengetahui apa pengertian dari fakta.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta memiliki definisi sebagai hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris (sesuai dengan bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera). Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu.

Pengertian Penyusunan Sintesis
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atauelemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikansebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untukmemperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal s
ehinggamerupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986)
yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkansemua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.

Cara Membuat Sintesis Tulisan
                Sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
1.       Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
2.       Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
3.       Sudut pandang penulis harus tajam.
4.       Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
5.       Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.

Karangan Ilmiah
Bentuk dari karangan Karya Ilmiah adalah seperti berikut :
Abstraksi
Pendahuluan

  • Latar Belakang
  • Tujuan Penelitian
  • Metode Penelitian
  • Batasan Masalah
  • Sistematika Penulisan
Teori Dasar
Pembahasan
Penutup

Karangan Non Ilmiah
Kawan, Ku Panggil Kau Teman
Oleh Niken Agustina

Kawan…
Kupanggil kau teman
Kau rangkul aku dengan senyuman
Kau dekap aku kala tangisan
Kesedihan tak punya lagi ruang
Kemarahan kau redamkan

Teman…
Sinarmu begitu terang
Tak padam dalam remang
Kau sungguh menawan

Kawan, Bersama kita habiskan waktu
Berbagai situasi kita hadapi
Kita adalah pelangi

Teman, Cerita kita selalu terkenang
Takkan ada kata hilang
Meski kau jauh rasanya
Kau takkan kehilangan makna


Daftar Pustaka :

  • Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah By Haryanto A.G , Hartono Ruslijanto, Datu Mulyono
  • Siap Menghadapi UN 09 Bhs. Indonesia SMA/MA By Sumi Winarsih & Sri Wahyuni
  • Pedoman Karya Ilmiah By HeinzFrick
  • Menulis Karya Ilmiah By Etty Indriati
  • www.academia.edu/7278954/Sintesis

Minggu, 08 Maret 2015

Rangkuman B. Indonesia

Bab 1. Penalaran

I. Pengertian Penalaran
Penalaran mempunyai beberapa pengertian, diantaranya :

  • Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
  • Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
  • Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
  • Dalam karangan terdiri dari 2 variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.
  • Pembahasan suatu masalah sampai  menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.
Sumber : Bhs Ind Mt Kulh Pengembangan Kepribadian DiPT (Rev) Oleh Widjono Hs

II. Proposisi
Proposisi adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh.
Jenis-jenis proposisi berdasarkan materj, kualitas, kuantitas, komposisi, bentuk, kebenaran, isi dan sebagainya. Diantaranya :
  • Proposisi kategorik (Proposisi objek-predikat)
  • Proposisi afirmatif (Proposisi positif)
  • Proposisi negatif 
  • Proposisi universal
  • Proposisi particular
  • Proposisi automic (Proposisi sederhana)
  • Proposisi asertorik
  • Proposisi apodiktik (Proposisi keharusan)
  • Proposisi empiric (Proposisi faktual)
  • Proposisi majemuk (Proposisi kompleks)
  • Proposisi disjungtif (Proposisi alternatif)
  • Proposisi konjungtif
  • Proposisi kondisional
  • Proposisi komparatif
  • Proposisi problematik
  • Proposisi relasional
  • Proposisi eksponibel
  • Proposisi ekseptif
  • Proposisi eksklusif
  • Proposisi tanpa pembilang
Sumber : Pengantar logika, Asas-asas penalaran sistematis Oleh Jan Hendrik Rapar

III. Inferensi & Implikasi
Data yang dianalisis dan dievaluasi menghasilkan fakta. Fakta hasil analisis dapat diinterprestasikan menjadi suatu simpulan yang berupa : Inferensi dan Implikasi.
  • Inferensi diambil berdasarkan analisis yang bersumber pada referensi atau rujukan yang datanya tidak dapat diamati secara langsung dan tidak terkait langsung dengan kalimat simpulan.
  • Implikasi adalah simpulan yang bersifat melibatkan data, artinya dalam kesimpulan itu terkandung maksud analisis data. Misal, "Sore hari ini tidak hujan". Kesimpulan ini diambil berdasarkan fakta yang masih terlihat pada saat simpulan dibuat.
Sumber : Bhs Ind Mt Kulh Pengembangan Kepribadian DiPT (Rev) Oleh Widjono Hs

IV. Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.


Bab 2. Paragraf Deduktif

I. Silogisme Kategorial
Silogisme kategoris adalah argumen yang pasti terdiri atas 2 premis (premis umum dan premis khusus) dan 1 kesimpulan.
Contoh :
PU : Pelajar harus mematuhi peraturan sekolah
PK : Saya pelajar
K : Saya harus mematuhi peraturan sekolah

Sumber : Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA Oleh Diana Nababan

II. Silogisme Hipotesis
Suatu silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis, sedangkan premis minor dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris.

3 tipe silogisme hipotesis :

  • Silogisme kondisional
  • Silogisme disjungsif
  • Silogisme konjungsif
Sumber : Pengantar Logika Oleh Rafael Raga Maran

III. Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri dari premis mayor yang berupa proposisi alternatif.

Sumber : Cermat Berbahasa Indonesia Oleh E. Zaenal Arifin, S. Arman Tasai

IV. Entimen
Entitas adalah silogisme yang diperpendek. Silogisme ini langsung mengrtengahkan kesimpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya. 
C = B karena C = A

Contoh :
PU : Semua warga Negara Indonesia harus terampil berbahasa Indonesia
PK : Made Aryana adalah warga Negara Indonesia
K : Made Aryana harus terampil berbahasa Indonesia

Sumber : Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA Oleh Diana Nababan


Bab 3. Paragraf Induktif

I. Generalisasi
Penalaran secara generalisasi dilakukan dengan mengungkapkan hal-hal khusus, lalu menarik kesimpulan secara umum. Hal-hal khusus dapat berupa fakta atau data yang diperoleh melalui penilaian, pengalaman, atau hasil survey.

Contoh :
Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung. Merokok dapat menimbulkan masalah pada saluran pernapasan. Merokok dapat memicu timbulnya kanker. Jadi, merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit

Sumber : Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA Oleh Diana NababanI

II. Analogi
Penalaran dengan cara mrmbandingkan 2 hal yang berbeda, tetapi memiliki persamaan. Berdasarkan banyak persamaan tersebut ditariklah satu kesimpulan.

Contoh :
Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin, semak belukar yan sukar dilalui. Begitu pula dengan ilmu, seseorang akan mengalami berbagai macam rintangan. Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untu mencapai puncaknya.

Sumber : Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA Oleh Diana Nababan

III. Hubungan Kausal
Cara penalaran yang diperoleh dari peristiwa-peristiwa yang memiliki pola hubungan sebab-akibat.

Penalaran hubungan kausal dibagi menjadi 3, diantaranya :

  • Sebab-Akibat
Penalaran jenis ini diawali dengan mengungkapkan berbagai peristiwa yang merupakan sebab, sampai ke kesimpulan sebagai akibatnya.
  • Akibat-Sebab
Penalaran jenis ini diawali dengan pemaparan berbagai peristiwa sebagai akibat lalu di analisis untuk ditarik penyebabnya.
  • Sebab-Akibat 1, Akibat 2
Penalaran ini memaparkan suatu peristiwa sebagai penyebab yang diikuti oleh serangkaian peristiwa sebagai akibatnya.

Sumber : Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA Oleh Diana Nababan