Minggu, 26 April 2015

Takdir yang mengubah segalanya

Pagi belum menampakkan fajar, Andi bersiap siap untuk berangkat sekolah, ia memakai pakaian sekolah. Andi berpamitan dengan Ibunya “bu saya mau berangkat sekolah dulu, Assalamualaikum” kata Andi
“walaikumsalam hati hati ya nak” jawab ibu.
Saat itu Andi di halte bus untuk menunggu bus langganannya, tak lama kemudian bus itu datang. Di tengah perjalanan ada sebuah tawuran antar sekolah, akibatnya lalu lintas jadi macet. Andi tidak mau terlambat hanya karena ada tawuran, Andi pun mengeluarkan selembar kertas lima ribu untuk membayar bus tersebut. Kemudian Andi bergegas keluar dari bus dan mencari ojek.
Tiba tiba dari belakang ada seorang pelajar yang terlibat tawuran ingin membacok tangan Andi, anak itu tidak tahu bahwa andi itu bukan lawannya. Anak itu langsung membacok tangan Andi “aaarggg” jerit Andi, ia menjerit histeris meminta tolong warga untuk menolongnya. Akhirnya Andi pingsan dan dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi. Terpaksa tangan Andi sebelah kanan harus diamputasi.
Saat Andi siuman, ia menangis histeris karena kehilangan tangan kanan yang selalu ia gunakan untuk menimba ilmu setiap hari. Hari demi hari ia lalui. dan sejak kejadian itu terjadi, sifat Andi pun berubah dari yang dulu suka mensedekahkan sebagian dari uangnya sekarang berubah menjadi pribadi yang pelit.
Suatu hari Ibunya meminta selembar uang sepuluh ribu kepada Andi. Ia tidak mau mengasih uang kepada Ibunya sepersen pun apalagi adiknya yang meminta uang lima ratus perak saja ia tidak akan mau mengasihnya. Hingga tiba pada saat Ibunya ulang tahun Andi hanya mengado sebuah kotak kecil. Ibunya pun marah “betapa tegannya kamu dengan Ibumu sendiri” ujar Ibu sambil menangis. Andi pun diam tanpa kata, kemudian Ibu Andi membuka kado tersebut dan terkejut lalu memeluk Andi erat erat dan isinya adalah kunci rumah dari hasil tabungan yang selama ini ia tabung “jadi selama ini kamu pelit itu untuk membelikan Ibu rumah?” kata Ibu sambil menangis di bahu Andi.
“iya bu tapi tujuan Andi sebenarnya ingin membayar uang yang telah Ibu dan Ayah keluarkan untuk mengoperasi tangan Andi” jawab andi dengan nada pelan. Kemudian Andi dan Ibunya saling memaafkan lalu melanjutkan ulang tahun Ibunya. Hati Andi sangat senang dan terharu saat Ibu memeluknya.

Minggu, 29 Maret 2015

Bahasa Indonesia 2

1. Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah

Macam-macam Karangan
Salah satu dasar penggolongan karangan dibuat oleh Jones (1960), yang membagi karangan menjadi karangan ilmiah dan karangan non-ilmiah.

Pengertian
Karangan Ilmiah adalah karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan dan penalaran ilmiah.
Karangan Non-Ilmiah adalah karangan yang ditulis tidak berdasarkan kenyataan dan penalaran ilmiah.

Bentuk karangan
Karangan Ilmiah :
  • Karya tulis
  • Skripsi
  • Esai
  • Tesis, dll

Karangan Non-Ilmiah :
  • Novel
  • Cerpen
  • Puisi


Sifat Karangan
Karangan Ilmiah

  • Bahasa yang digunakan baku
  • Terdapat struktur dalam membangun penulisan
  • Penggunaan gaya bahasa bersifat impersonal
  • Terdapat fakta dan sampel
  • Bersifat objektif dalam mengambil kesimpulan

Karangan Non-Ilmiah

  • Bahasa yang digunakan bebas tidak harus baku
  • Struktur penulisannya bebas dan tidak dibatasi
  • Tidak harus fakta namun dapat bersifat imajinatif
  • Dapat bersifat subjektif dalam kesimpulan

Ciri-ciri Karangan Ilmiah
  • Menyajikan fakta obyektif secara sistematis
  • Pernyataan cermat, tepat, tulus dan benar serta tidak memuat terkaan
  • Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi
  • Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural
  • Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta
  • Tidak emotif menonjolkan perasaan
  • Tidak bersifat argumentative, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta

Ciri-ciri Karangan Non-Ilmiah :

  • Penyajiannya lebih bersifat subyektif
  • Mengandunng usulan dengan efek dan kesimpulan yang diharapkan penulis
  • Bersifat persuasive, sesuai dengan keyakinan penulis yang mengajak pembaca untuk berubah pendapat
  • Pandangan yang dikemukakan penulis tidak di dukung fakta umum
  • Motivasinya lebih mementingkan diri sendiri, karena itu isinya bisa melebih-lebihkan sesuatu
  • Kesimpulan penulis lebih bersifat argumentative, sehingga kurang atau tidak membiarkan fakta berbicara sendiri

2.Metode Ilmiah

Pengertian
Kata ‘metode’ menunjuk pada teknik yang digunakan dalam penelitian seperti survey, wawancara dan observasi. Suatu penelitian yang baik senantiasa memperhatikan kesesuaian antara teknik yang digunakan dengan alur pemikiran umum serta gagasan teoritis.

Tujuan Penulisan Metode Ilmiah
Tujuannya adalah menyebarkan hasil penelitian ilmiah kepada pembaca yang ahli dibidang terkait. Tentu saja, pembaca tersebut menuntut laporan penelitian yang bersifat professional, edukatif, dan stimulatif. Penulisan ilmiah selalu menunjukkan sudut pandang yang baru atau yang memperluas pandangan lama. Oleh karena itu, pengumpulan dan penguraian data tanpa keterangan atau penjelasan tidak memenuhi kebutuhan karena bagian karya mandiri tidak terwujud.

Langkah – langkah Penulisan Ilmiah

  • Studi Kepustakaan
  • Perumusan ide/permasalahan, yang merupakan bagian dari Pengantar
  • Perumusan hipotesis
  • Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik

3. Penalaran dan Penyusunan dalam Sintesis Karangan Ilmiah

Definisi Menulis sebagai Proses Penalaran
Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas).

Penalaran Deduktif dan Induktif dalam Karya Ilmiah
Penalaran Deduktif :
Suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hokum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus.
Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Silogisme dan Entimen

Penalaran Induktif :
Suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum.
Dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Generalisasi, Analogi, dan Hubungan Kausal.

Fakta sebagai Unsur Dasar Penalaran Karangan
Agar dapat menalar dengan tepat, kita perlu memiliki pengetahuan tentang fakta yang berhubungan. Jumlah fakta tak terbatas, sifatnya pun beraneka ragam. Oleh sebab itu, sebagai unsur dasar dalam penalaran ilmiah, kita harus mengetahui apa pengertian dari fakta.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta memiliki definisi sebagai hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, fakta juga merupakan pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris (sesuai dengan bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera). Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu.

Pengertian Penyusunan Sintesis
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atauelemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikansebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untukmemperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal s
ehinggamerupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986)
yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkansemua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.

Cara Membuat Sintesis Tulisan
                Sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
1.       Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
2.       Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
3.       Sudut pandang penulis harus tajam.
4.       Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
5.       Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.

Karangan Ilmiah
Bentuk dari karangan Karya Ilmiah adalah seperti berikut :
Abstraksi
Pendahuluan

  • Latar Belakang
  • Tujuan Penelitian
  • Metode Penelitian
  • Batasan Masalah
  • Sistematika Penulisan
Teori Dasar
Pembahasan
Penutup

Karangan Non Ilmiah
Kawan, Ku Panggil Kau Teman
Oleh Niken Agustina

Kawan…
Kupanggil kau teman
Kau rangkul aku dengan senyuman
Kau dekap aku kala tangisan
Kesedihan tak punya lagi ruang
Kemarahan kau redamkan

Teman…
Sinarmu begitu terang
Tak padam dalam remang
Kau sungguh menawan

Kawan, Bersama kita habiskan waktu
Berbagai situasi kita hadapi
Kita adalah pelangi

Teman, Cerita kita selalu terkenang
Takkan ada kata hilang
Meski kau jauh rasanya
Kau takkan kehilangan makna


Daftar Pustaka :

  • Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah By Haryanto A.G , Hartono Ruslijanto, Datu Mulyono
  • Siap Menghadapi UN 09 Bhs. Indonesia SMA/MA By Sumi Winarsih & Sri Wahyuni
  • Pedoman Karya Ilmiah By HeinzFrick
  • Menulis Karya Ilmiah By Etty Indriati
  • www.academia.edu/7278954/Sintesis